Cybercrime

Cybercrime.

Pada saat ini Teknologi Informasi yang berbasiskan computer sudah memasuki hampir semua bidang kehidupan manusia, sehingga bagi kebanyakan orang tidak ikut terlibat dalam perkembangan teknologi informasi berbasiskan computer itu sepertinya ada yang kurang atau bahasa kerennya gaptek (gagap teknologi).

Salah satu Teknologi Informasi berbasiskan computer yang sangat banyak digunakan adalah Internet. Internet mempunyai andil yang sangat besar dalam membantu kehidupan social masyarakat dunia. Dengan Internet apapun dapat dilakukan dari hal yang bersifat positif maupun negative. Untuk hal positifnya Internet telah dijadikan nara sumber untuk berbagai literature dan keberadaannya sudah hampir di semua lembaga pendidikan, perusahaan, sentra-sentra bisnis dan rumah tangga, dan pada saat ini handpone sudah banyak yang dapat terhubung ke dunia maya tersebut, walaupun penggunaannya masih terbatas hanya pada penggunaan e-mail, browsing dan chatting.

Sebagai hasil dari kecerdasan manusia teknologi informasi Internet memiliki dua sisi, sisi positifnya yaitu dibuatnya berbagai macam situs seperti situs pendidikan, situs budaya, situs tempat rekreasi, situs bisnis, situs rohani, situs sejarah, situs teknologi, situs berita dan yang akhir-akhir ini cukup banyak di buat yaitu blog yang berisi tentang hal-hal pribadi dan umum sesuai selera yang buat. Dan yang paling baru yaitu dapat diunduhnya materi buku pelajaran sekolah. Positif maksudnya situs-situs yang mengarah kepada informasi yang menambah pengetahuan, wawasan dan cara berpikir manusia dalam meningkatkan kualitas hidupnya. Sementara itu dampak negative dari internet adalah adanya situs pornografi, perjudian, penipuan, pelecehan, dan Cybercrime. Dan yang paling besar pengaruh negativenya adalah cybercrime.

Yang dimaksud dengan Cybercrime adalah kejahatan yang dilakukan oleh seseorang dengan menggunakan internet, di mana kejahatan tersebut bersifat lintas Negara, dilakukan secara illegal, menggunakan computer yang terhubung ke internet, menimbulkan kerugian yang sangat besar, dan dilakukan oleh orang yang paham teknologi serta sangat sulit dibuktikan secara hukum.

Secara garis besar Cybercrime dapat dikatagorikan ke dalam dua kelompok yaitu:

  1. Hacking : kegiatan memasuki jaringan computer dengan tujuan mencari kelemahan system pada jaringan tersebut serta mengekplorasinya.
  2. Cracking : kegiatan memasuki jaringan computer dengan tujuan untuk mencuri, mengubah data atau bahkan untuk menghancurkan file yang tersimpan pada jaringan computer tersebut.

Orang yang melakukan Craking di sebut Craker, dimana para craker ini memiliki metoda-metoda untuk melakukan penyusupan seperti:

· Spooling yaitu penyusupan dilakukan dengan cara memalsukan identitas pemakai atau user.

· Scanner yaitu penyusupan dengan menggunakan program yang secara otomatis dapat mendeteksi kelemahan jaringan computer tersebut.

· Sniffer yaitu alat yang dipergunakan untuk menganalisa suatu jaringan kompurter.

· Password Cracker yaitu suatu program yang sanggup untuk membobol password computer jaringan maupun computer pribadi stand alone.

· Destructive Device yaitu program yang bertujuan menghancurkan data atau merusak data orang lain dengan metoda menyebar sepeti virus.

Adapun jenis cybercrime yang selalu mengamcam dunia internet adalah:

  1. Unaunthorized Acces yaitu kejahatan dengan memasuki computer orang lain secara ilegal/tidak sah.
  2. Illegal Contents yaitu kejahatan memalsukan data\informasi dengan tidak benar dimana data tersebut tidak mempunyai norma-norma kehidupan.
  3. Data Forgery yaitu kejahatan memalsukan data-data yang tidak benar.
  4. Cyber Espionage yaitu kejahatan memasuki jaringan computer Negara lain dengan maksud mata-mata.
  5. Cyber Sabotage dan Extortion yaitu kejahatan yang dilakukan utnuk menimbulkan gangguan, penghancuran data atau program dan jaringan computer lain.
  6. Offense against intellectual property yaitu kejahatan atas Hasil karya cipta (HAKI) orang lain.
  7. Infringements of Privacy yaitu kejahatan atas pencurian informasi pribadi/rahasia.
  8. Phising yaitu kejahatan yang dilakukan untuk mengecoh orang lain agar memberikan data pribadinya.
  9. Carding yaitu kejahatan yang dilakukan dengan melakukan transaksi dengan mempergunakan kartu kridit orang lain.

Untuk mengatasi dampak negative dari penggunaan internet ini maka ada hal-hal yang harus dilakukan, karena keamanan data merupakan hal yang sangat penting. Adapun teknik pengamanan data yang dapat dilakukan adalah :

  1. Internet Firewall yaitu software yang berfungsi sebagai tembok yang mencegah akces dari pihak luar yang tidak memiliki hak akses baik itu untuk PC atau jaringan.
  2. Kriptografi yaitu teknik penyandian data (enkripsi dan dekripsi) di mana enkripsi itu mengubah data asli ke data sandi sedangkan dekripsi mengembalikan ke data semula.
  3. Secure socket Layer (SSL) yaitu proses penyandian data yang disajikan pada browser.

Ada juga cara lain yaitu dengan dibentuknya lembaga-lembaga yang menentang cybercrime dengan Cyberlaw seperti :

  1. The Organization For Economic Cooperation and Development (OECD)
  2. The Council Of Europe (CE)

Yang memiliki fungsi untuk :

    • Melindungi data pribadi
    • Menjamin kepastian hukum dan
    • Mencegah tindak pidana.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s