Teori Darwin

Di dasarkan atas apa yang pernah di dengar, di ajarkan lembaga-lembaga pendidikan, di baca dalam buku-buku sejarah tentang peradaban manusia tertulis bahwa kehidupan manusia telah mengalami peningkatan kemampuan dalam berpikir, sehingga dapat menciptakan teknologi yang mampu mengatasi setiap persoalan yang dihadapi oleh manusai sesuai jamannya. Jadi persoalanlah yang menciptakan manusia untuk selalu berpikir dan menemukan teknologi-teknologi baru yang sesuai dengan kebutuhan manusia itu sendiri.

Yang paling mudah dilihat contoh nyata adalah ketika manusia menghadapi kendala dalam berkomunikasi yang sifatnya mobile, maka terciptalah teknologi handphone, awal kehadiran handphone merupakan benda yang sangat mahal dan mewah serta susah untuk mendapatkannya, karena harus memiliki persyaratan khusus, akibatnya handphone hanya dimiliki oleh orang-orang tertentu saja, dan modelnya, ya ampuuuuuun, guede dan berat. Coba kita perhatikan pada saat ini, sebagian besar orang entah itu di desa di kota pakai handphone dengan design yang beragam, cantik, ringan dan menarik. Sama halnya dalam teknologi computer, pada awal kehadirannya merupakan barang yang sangat mewah dan mahal, tetapi pada saat ini siapa saja dapat memiliki dan memanfaatkan kecanggihan teknologi tersebut. Itu hal yang real bahwa kemajuan teknologi telah membawa kehidupan manusia semakin mudah, enak dan nyaman.

Yang jadi pertanyaan bagaimana dari sisi manusia itu sendiri? Berkaitan dengan perilaku manusia dengan manusia, manusia dengan alam, manusia dengan kenyakinannya/ relegiusitasnya. Berikut ini ulasannya.

Manusia dengan manusia:
Manusia sebagai mahluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna, itu dilihat dari kemampuan yang dimiliki manusia seperti dapat berpikir, berbicara dan bertindak, fakta tersebut mengindikasikan bahwa manusia dapat menentukan kearah mana kehidupan ini mau dibawa, perkataan-perkataan mana yang mengarah kepada hal-hal yang tepat dan bijak atau tindakan mana yang menuju kepada kebaikan, atau dengan kata lain bahwa manusialah yang menentukan baik atau tidaknya kehidupan di dunia ini. Dan sudah menjadi kodratnya manusia bahwa ingin hidup damai dan sejahtera, serta jauh dari hal-hal yang menyusahkan. Justru inilah yang jadi sumber persoalan, karena dalam level individu keinginan manusia untuk selalu lebih dari orang lain, telah membuat begitu banyak orang seperti katak, ketika ingin bergerak maju maka semua berfungsi kaki injak sana injak sini, tangan sikut sana sikut sini, tidak perduli yang penting cepat maju ke depan.

Seperti itulah kehidupan manusia pada saat ini, walaupun tidak semua, hal ini dapat kita lihat nyata di Negara kita ini, dari dulu kala di katakan Indonesia adalah Negara yang kaya akan sumber alam, Koes Plus dalam syair lagunya yang mengatakan “tongkat dan batu jadi tanaman, itulah Nusantara/Indonesia” dapat dipahami bagaimana dalamnya makna ungkapan itu, tetapi fakta menunjukkan bahwa puluhan juta rakyat Indonesia berada di bawah garis kemiskinan sementara sebagian lagi adalah kumpulan orang-orang kaya. Menjadi kaya tidak salah dan tidak dilarang, tetapi yang jadi persoalan, sumbernya dari mana ?. Dari pemahaman itu, dapat dikatakan bahwa penalaran manusia dari hari ke hari semakin maju dan canggih, seiring dengan teknologi ciptaannya. Akan tetapi ada yang sepertinya tidak berubah yaitu sifat manusia, yang serakah, egois, mau menang sendiri, menganggap orang lain lebih rendah derajatnya dsb. Untuk membuktikan kita lihat sejarah masa lalu, ketika Nusantara ini terdiri dari kerajaan-kerajaan, satu dengan lainnya selalu berebut pengaruh bahkan tidak jarang di akhiri dengan peperangan yang menelan korban jawa manusia yang tidak sedikit. Dan detik ini kita lihat di belahan dunia lain terjadi perang, di mana Negara Israel membombardir Palestina, yang mengakibatkan ratusan nyawa melayang sia-sia.

Di mana rasa kemanusian itu, jika membunuh dianggap tindakan yang benar. Di salah satu channel TV nasional sering di tayangkan film tentang kehidupan binatang-binatang di hutan Afrika. Kalau melihat film tersebut timbul pertanyaan apa bedanya tindakan manusia dengan kelakuan binatang. Menurut pikiran saya pribadi yang namanya manusia pasti memiliki hati nurani, karena ketika melakukan sesuatu yang tidak benar saja, pasti dari hati sanubari yang paling dalam ada sinyal-sinyal peringatan bahwa tindakan tersebut tidak tepat. Apalagi kalau sampai membunuh, atau akibat dari perbuatan itu ada orang lain yang menderita, kehilangan pegangan hidup, kehilangan keluarga, atau cacat permanent seumur hidup. Tidak habis pikir, di jaman yang dikatakan era Teknologi Informasi yang demikian canggih, dan tingkat pendidikan manusia yang semakin tinggi membunuh adalah suatu pembenaran. Jangan-jangan teori Darwin yang mengatakan bahwa manusia berasal dari kera, benar adanya, karena hanya prikebinatangan yang merasa senang jika dapat membunuh binatang yang lain.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s