Cinta, Cuma Indah Namun Tiada Arti

Yang namanya Jakarta, Kota Mentropolitan tidak pernah sepi dari aktifitas, hampir setiap ruas jalan penuh oleh lalu lalang kendaraan, akibat yang paling nyata adalah terjadinya kemacetan dimana-mana, dan kemacetan itu tidak dapat diprediksi, bisa terjadi di mana saja. Hal ini sering menimbulkan pertanyaan:” pada kemana ya mereka itu?”.

Jalanan yang demikian lebar dan panjang penuh oleh kendaraan atau kegiatan apa ya, yang mereka lakukan? Ternyata itulah yang menyebabkan kota Jakarta ini di sebut kota Metropolitan, kota yang menjadi daya tarik hampir semua orang, seperti pepatah mengatakan dimana ada gula di sana ada semut, kota Jakarta ini bagaikan gula itu, yang mengundang setiap orang untuk mengadu peruntungan dari strata kehidupan paling bawah sampai kehidupan high class ada, jadi jangan heran dari padi, siang, sore, malam dan padi lagi kehidupan terus dan terus berjalan tidak pernah sepi kecuali hari-hari tentu seperti liburan panjang, atau hari raya Idul Fitri, maklum sebagian besar mudik.

Di suatu tempat daerah Slipi, terdapat suatu perusahaan dengan waktu kerja jam 07:30 sampai 16:30, hari itu jam di dinding sudah mendekati angka 4 sore, itu artinya sebentar lagi waktu pulang. Entah ada kepentingan apa, seorang pemuda usia sekitar 22 tahun masuk keruangan marketing. Begitu pintu di buka betapa kagetnya pemuda itu karena di ruangan itu anak gadis cantik, sedang membuka berkas-berkas perusahaan, kemudian membuat catatan pada buku didepannya. Tanpa pikir panjang pemuda itu mendekati sambil menjulurkan tangan :

“Kenalkan, Beny” kata pemuda itu.
Cewek itu agak ragu, karena langsung ditodong, oleh pemuda yang baru pertama dilihatnya, sementara dalam proses perkenalan paginya pemuda itu tidak ada.
“Theresia” sambil menjabat tangan pemuda itu, kemudian melepaskan tangannya.

Pemuda itu pergi begitu saja, tidak seperti kebanyakan pemuda habis kenalan tanya ini, tanya itu, tanya no hp dsb, apalagi kalau cewknya cantik, semua jurus dikeluarkan kayak film silat aja. Ternyata itu adalah strategi pemuda itu, karena ini kan anak baru, so pasti semua orang di kantor itu bertanya hal yang sama dari nama, asal, tempat tinggal, tadinya kerja di mana dan sebagainya, dan sebagianya apalagi di kantor itu banyak yang masih jomblo, so semuanya cari perhatian, tidak disadari bahwa hal itu kadang membuat orang jadi males alias ngak respek, habis pertanyaannya hampir sama semua, lain dengan pemuda yang namanya Beny, dia cuek aja, seolah-olah dia ngak perhatian pada cewek cantik karyawan baru itu.

Keesokan harinya, setelah kembali dari tugas lapangan pemuda itu masuk keruangan tempat karyawan baru itu, sepertinya suasana tidak terlalu sibuk dan cewek itu agak santai:

“Hai, Thres, apa kabar? “Sapa pemuda itu.
“Baik, habis dari mas…(dia sepertinya mengingat-ingat sebuah nama) Beny? Tanya cewek itu.
“Biasa Thres tugas lapangan” eee tiba-tiba aja temen lain diruangan itu nyeletuk.
“Dia kan pemaian bola Thres, makanya sering tugas dilapangan” kata temanya sambil tertawa.
“ Enak aja loe bilang, bukan aku kan tehnicall support, so sering tugas instlasi komputer di consumen” kata pemuda itu memberi penjelasan.
“ Thres ini kan jam 12:00 gimana kalau kita makan siang bareng? Oke, oke oke ” bujuk pemuda itu.
“ Tu kan Beny” kata temen-temen yang lain, sambil mengerakkan alisnya .

Karena mereka bukan anak-anak lagi, artinya sudah dewasa, so segala keputusan ada di tangan mereka, jadi tidak ada keraguan. Semenjak makan siang bareng itu, sepertinya Beny mulai menyusun stategi untuk menjadikan Theresha kekasihnya.

” Ini baru permulaan” guman Beny dalam perjalan pulang menuju rumahnya di daerah Ulujami, Jakarta Selatan.
” Selanjutnya, lihat saja nanti, Theresia akan menjadi milikku” bisik hatinya.
”Butuh waktu dan proses, perjuangan ini tak kan pernah berakhir” kata beny sambil mengepalkan tangannya.

Ikuti kisah selanjutnya, dilain waktu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s