Pemilu

Tidak pernah terpikirkan bahwa pemilihan anggota legislative sudah di depan hidung, tinggal menghitung hari (seperti lagunya KD aja). Semenjak diberikan hak untuk memilih, sekian tahun yang lalu, sepertinya hal-hal yang dilakukan oleh para calon wakil rakyat sama saja. Semua sibuk menebar pesona, dengan berbagai macam ungkapan, pose, jargon-jargon, agar rakyat memilih sayalah yang paling tepat, sayalah yang akan memperjuangkan nasib anda dsb.

Dalam setiap kesempatan mereka tampil di media khususnya televisi, antara yang pro dan kontra selalu memakai indicator-indikator polling yang dilakukan LSM-LSM, sehingga selalu ada ungkapan menurut LSM ini, yang menjadi pilihan rakyat adalah partai ini dsb.

Mereka sibuk berdebat dengan berbagai macam dalil sepertinya mereka tidak sadar bahwa 1000 kepala ada 1000 paradigma, 1000 kepentingan, tidak ada solusi yang betul-betul menyentuh kehidupan masyarakat bawah, realita menunjukkan betapa banyak rakyat hidup dibawah garis kemiskinan, betapa banyak anak-anak yang tidak dapat mengenyam pendidikan, berapa banyak pengangguran di Negara yang selalu dikatakan dalam buku-buku, ungkapan-ungkapan, pidato-pidato, Indonesia adalah negera kaya akan sumber alam, alam yang indah, penduduk yang besar, lantas apa artinya itu semua?, lantas apa fungsi mereka yang mengatasnamakan rakyat duduk dilembaga-lembaga yang memiliki kewenangan untuk mengurus dan mengatur Negara ini?,

Dan lebih mengagetkan lagi berita di media TV, Koran awal Maret 2009 yang menyebutkan telah ditangkap anggota DPR oleh KPK diduga korupsi, sebelum-sebelumnya juga ada yang ditangkap, bagaimana dengan lembaga-lembaga lain, sama saja. Kalau melihat dari gaji, fasilitas yang diberikan oleh Negara seharusnya mereka tidak melakukan hal-hal yang mencederai kepercayaan yang diberikan oleh rakyat. Faktanya gimana? Maka dari itu layakkah jika ada orang yang hilang kepercayaan untuk memilih disalahkan atau dikatakan akan masuk neraka.

Dalam satu kesempatan saya membaca artikel yang di tulis oleh Mbak Widya Saraswati di tabloid gaya hidup sehat, tentang Catur Murti yang bermakna penjelmaan empat factor di dalam pribadi manusia yang satu, yakni Pikirian, Perasaan, Perkataan dan Perbuatan. Catur Murti merupakan prinsip untuk mencapai ketenangan jiwa, keharmonisan hidup dan kebahagian sejati. Begitu mudah untuk mengucapkan tapi sulit implementasinya.

Perasaan benar, lahir dari pikiran yang juga benar. Prasangka buruk, kecurigaan, kecurangan, gagasan berbuat tidak adil, mementingkan diri/kelompok sendiri, termasuk ide untuk mencuri, keinginan mengambil yang bukan haknya, merugikan dan mempermalukan pihak lain, semuanya adalah pikiran yang negatif dan tidak benar. Yang namanya manusia tidak mungkin memiliki perasaan yang benar selama di dalam hatinya tersimpan kekuatiran, kebencian, iri hati, kemarahan, kecemasan, ketakukan, keserakahan, kedengkian, kekecewaan, dendam dan sejenisnya. Semua perasaan negative tersebut merupakan penghalang untuk menangkap sinyal-sinyal dari keadaaan, situasi, dan peristiwa secara jernih dan terang.

Membersihkan pikiran dan perasaan dari hal-hal negative itu merupakan prasyarat supaya dapat berkata benar, artinya menjada lidah agar tidak mengucapkan kata-kata yang menyakiti perasaan orang lain, tidak menimbulkan kemarahan, tidak menyebabkan keresahan, tidak memicu keributan, tidak menghasilkan kekacauan, tidak membuat kebingungan, dan sebaginya.

Untuk dapat menemukan ketenangan jiwa, keharmonisan hidup, dan kebahagian sejati, perbuatan atau tingkah laku dan tindakan yang dilakukan pun harus benar. Benar dalam artian tidak menyalahi etika, norma, tatakrama, hokum, dan ukuran kepantasan yang berlaku umum. Dalam situasi dan kondisi apapun, perbuatan yang benar senantisasa selaras dengan alam dan tidak mencederai unsur kemanusian.

Yang menjadi persoalan adalah setelah memiliki pikiran dan perasaan yang benar, belum tentu berani berkata benar, bertindak, berbuat yang juga benar. Betapa sering kita mendengar ungkapan “Sebetulnya saya …, tetapi…” dalam ranah pribadi, keluarga, organisasi, maupun dalam penyelenggaraan Negara.

Pada akhirnya kita semua berharap agar Pemilu 2009 menghasilkan wakil-wakil rakyat, dan pemimpin-peminpin yang memiliki sifat catur Murti, sehingga ke depan Bangsa Indonesia menjadi bangsa yang besar, tidak hanya perut bejabatnya yang besar-besar, dan bangsa yang dapat mensejahterakan rakyatnya.

Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s