Thomas Alva Edison

Tokoh satu ini pasti sudah tidak asing lagi di telinga banyak orang, atas jasa Thomas Alva Edisonlah kita dapat menikmati segala hal-hal yang mengasikkan, dari nonton TV, menjelajah dunia maya, melakukan kegiatan-kegiatan ketika hari gelap, karena sudah ada bola lampu, yang pada saat ini menjadi sesuatu yang tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan manusia di seluruh dunia, kecuali daerah-daerah yang hingga detik ini tidak mendapat aliran listrik, karena alasan infrastrukur khususnya di Indonesia.

Kita yang hidup di masa dimana semuanya serba instant dan tinggal pake, dan tidak pernah memikirkan bagaimana proses sampai terciptanya bola lampu, ternyata semuanya melalui proses yang unik dan tidak mudah seperti ketika kita tekan saklar di dinding, dalam hitungan detik lampu menyala. Untuk mendapatkan hasil yang spektakuler ini, Thomas Alva Edison mengalami berbagai kegagalan, tidak hanya satu kali, dua kali, tiga kali, atau puluhan kali bahkan ratusan kali. Dalam catatan sejarah kehidupan manusia orang-orang besar dengan karya-karya yang masih dipergunakan hingga detik ini, tidak ada yang dihasilkan secara instant, semuanya melalui proses yang cukup panjang dan melelahkan.

Inilah yang sering menjadi persoalan sebagian besar dari kita, ketika mengalami kegagalan dalam tahap awal timbul rasa putus asa dan langung berhenti, sehingga tidak mengherankan jika Negara Kesatuan Republik Indonesia yang katanya berlimpah dengan berbagai sumber alam, kenapa dipakai “katanya” karena fakta menunjukkan bahwa masih banyak rakyat bangsa ini berada di bawah garis kemiskinan, pada saat tulisan ini di ketik terbaca di halaman depan surat kabar Kompas edisi Maret 2009 bahwa telah terjadi PHK 37.905 orang, ini belum yang termasuk dirumahkan. Kalau di lihat dari waktu NKRI ini sudah merdeka lebih dari ½ abad, itu artinya waktu yang cukup lama dan kalau di ibaratkan manusia sudah usia pensiun, waktunya untuk menikmati arti dari sebuah kehidupan. Dimanakah letak penyimpangan dalam mengelola Negara yang besar dan kaya raya ini? Jawabannya “ Tanya aja sama rumput yang bergoyang” kata syair lagu Ebit G Ade.

Kembali ke pada Thomas Alva Edison, tokoh yang fenomenal yang menghasilkan banyak inovasi yang bermanfaat bagi kehidupan manusia , ada dua hal yang dapat kita jadikan acuan dalam menjalani kehidupan ini:

Fokus,
menurut David Niven, PhD dalam bukunya 100 Simple Secrets of Successful People, mengatakan “Kreativitas datang dari dalam, sebagai produk dari minat yang tulus, yaitu ketika kita memfokuskan perhatian kita pada sesuatu kerena kehendak sendiri”. So jika kita focus dan bertekun untuk menghasilkan sesuatu, maka dengan sendirinya kita akan dipacu untuk mengaktifkan kualitas kreativitas yang ada dalam diri setiap manusia.

Berpikir positif,
Pikiran yang positif melihat kegagalan bukanlah akhir dari segalanya, tetapi justru kegagalan sebagai suatu jalan untuk mencapai kesuksesan, tentu sering mendengar ungkapan kegagalan adalah sukses yang tertunda. Itu artinya kegagalan justru sebagai media pembelajaran atau kegagalan menciptakan peluang untuk menghasilkan sesuatu yang lebih baik.

Kedua hal inilah yang membawa Thomas Alva Edison ke posisi puncak sebagai inovator yang legendaries dengan segudang kreativitas.

sumber e-mail

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s