To Be N To Have

Ketika mengikuti seminar yang disampaikan oleh Bung Jamil Az-Zaini, pikiran menjadi lebih terbuka, dengan melihat bahwa kehidupan berbangsa kita saat ini caruk maruk, hampir di semua sendi kehidupan. Para elit asik saling lempar statement, sementara kehidupan masyarakat semakin merana.

dalam seminar tersebut dijelaskan bahwa ada dua kata yang mendasari kehidupan manusia yaitu to be dan to have.

to be = keinginan untuk menjadi, yang terkait dengan proses untuk mencapai presstasi yang baik dengan memanfaatkan kelebihan-kelebihan yang dimiliki. contoh to be keinginan untuk menjadi menajer terbaik dari suatu perusahaan, atau menjadi siswa/i,mahasiswa/i terbaik dalam suatu lembaga pendidikan.
to have= keinginan untuk memiliki, yang terkait erat dengan proses meraih benda-benda materi. contohnya keinginan untuk mendapatkan gaji yang besar, memiliki mobil yang termewah, rumah mewah dsb.

Perbedaan dari keduanya adalah pada tujuan akhir yang hendak di capai, jika pikiran kita di jejali oleh to have, maka segala tindakan kita akan fokus pada hal-hal yang mendatangkan hasil yang bersifat materi, atau imbalan. berkarya hanya sesuai imbalan, akan menghambat prestasi kerja, dan efeknya potensi diri sulit berkembang. Jika to have menjadi pilihan maka sering terjadi sesorang melakukan berbagai cara untuk suatu keberhasilan. Ini bukan berarti to have dihindari, yang penting jangan to have menjadi kemudi hidup.

untuk meraih keberhasilan yang sifatnya jangka panjang, yang harus menjadi kemudi dalam hidup adalah to be, karena jika to be sukses maka to have otomatis mengikuti.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s