Kreativitas

Tak pernah terpikirkan sebelumnya bahwa saya hidup pada era Information and Communication Teknologi (ICT) yang penuh dengan berbagai kemajuan yang amat pesat, hampir di semua lini. Satu diantaranya ketika sebelumnya orang bersosialisai dibatasi oleh ruang, waktu, dan tempat, saat ini semuanya menjadi tidak ada batasannya lagi, contohnya facebook. Facebook hasil karya Mark Zuckerbeg, telah merevolusi cara berpikir orang dalam bersosialisasi dan berinteraksi melalui dunia maya. Demikian juga Steve Job dengan I-Pod dan Itunes, telah merevolusi cara orang dalam menikmati music /hiburan. Apa yang dilakukan oleh kedua orang tersebut merupakan hasil karya yang kreatif dan inovatif, kreativitas tersebut muncuk karena ada persoalan. Jadi dapat disimpulkan bahwa persoalan menciptakan orang-orang yang kreatif, dengan demikian kita sebagai manusia yang diciptakan sempurna oleh yang Maha Pencipta , tidak perlu galau jika menghadapi persoalan, karena persoalan menjadikan seseorang naik kelas, menjadi lebih dewasa, menjadi lebih bijak, dan menjadi lebih cerdas.
Saya membaca majalah intisari extra, 2011, disebutkan empat hal dari sepuluh yang dapat menjadikan seseorang kreatif. Bapak M. Sholekhudin menyebutkan ke empat hal tersebut, diambil dari buku Jack Foster , How to get Ideas yaitu:
1. Bersenang-senanglah. Kedengarannya begitu indah dan semua orang ingin berada dalam kondisi menyenangkan, tidak mudah berada dalam kondisi tersebut, ada banyak factor yang mempengaruhi seperti masalah keluarga, ekonomi, pekerjaan, ada juga karena factor alam seperti kebanjiran, gunung meletus, gempa dsb. Logis memang ketika kondisi orang lagi senang, bahagia jauh dari tekanan atau paksaan, menjadi lebih kreatif, idialnya seperti itu, akan tetapi ada juga ketika tekanan ekonomi datang, orang menjadi kreatif dalam arti positif seperti ketika mengalami PHK, dia langsung berpikir bagaimana menghidupi keluarga, apa yang dilakukannya? misalnya mendirikan usaha kecil-kecilan sesuai keahlian yang dimilikinya. Kalau yang bersifat negative banyak, biasanya menempuh jalan pintas seperti mencuri, merampok, korupsi dsb. Menurut Stave Job, ketika kondisi tersebut sulit dilakukan, hal ini dapat dilakukan yaitu “Cintailah yang anda lakukan. Jika anda tidak mencintainya, temukan sesuatu yang anda cintai”.
2. Berpikirlah seperti anak-anak. Semua orang pasti mengalami masa anak-anak, dari seluruh masa itu sedikit sekali yang kita ingat, akan tetapi masa itu penuh dengan keceriaan, karena belum memikirkan masa depan, tentang apa yang terjadi, tentang masalah yang dihadapi orang tuanya, intinya bermain dan bermain, berpikir bebas, lepas. Akan tetapi anak-anak sekarang sudah berbeda, tuntutan orang tua begitu tinggi, sehingga anak-anak lebih sering harus melakukan apa yang diinginkan oleh orang tuanya, tuntutan jaman kata orang. Tentu sering kita melihat anak-anak sudah harus membawa tas yang begitu besar, yang isinya buku-buku yang harus dipahami oleh anak sekecil itu. Kaitannya dengan kreativitas, bahwa ketika kita berpikir bebas tanpa beban seperti masa anak-anak, kemungkinan akan menemukan hal-hal baru, karena ketika berpikir bebas akan menimbulkan pertanyaan-pertanyaan “Bagaimana jika begini, bagaimana jika begitu?” namanya juga berpikir bebas, bukan aku begini, engkau begitu sama saja (itu mah lagunya Broery P). Orang-orang kreatif cendrung berpeluang banyak salah, karena berpikir bebas banyak menghasilkan ide. Kreativitas merupakan seni bereksprimen, mengambil resiko, melanggar aturan, membuat kesalahan, dan bersenang-senang.
3. Keluarlah dari rutinitas. Yang namanya rutinitas pastilah sangat membosankan, karena melakukan hal yang sama berulang-ulang, tanpa perubahan, hanya berubah karena waktu. Sementara yang namanya kreativitas adalah kegiatan yang menghasilkan hal baru. Rutinitas dibutuhkan untuk menjaga yang namanya stabilitas, dan dalam kehidupan ini kita sangat membutuhkan stabilitas, dalam arti tetap bagus, atau tetap tanpa kemajuan. Kreatifitas mendorong stabilitas itu kearah terus dan terus maju.
4. Belajarlah menggabung-gabungkan sesuatu. Kreativitas atau ide, merupakan gabungan dari beberapa unsur lama, atau dengan kata lain apapun yang dianggap ide baru adalah gabungan dari beberapa ide lawas, karena apapun yang ada di bumi ini pada dasarnya tidak ada yang benar-benar baru.
Pada akhirnya saya ucapkan selamat berkreativitas dan beraktivitas.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s