Sekilas tentang lupus

Setiap orang berharap tidak mengalami gangguan kesehatan alias sakit, karena sakit menjadikan semua hal tidak enak, entah itu makan, minum, tidur, atau akan lebih tidak enak lagi ketika harus berobat ke dokter tidak ada uang, bagi orang-orang yang memiliki uang, mungkin kalau boleh mereka mau membeli agar tidak pernah sakit, akan tetapi yang namanya penyakit tidak pernal pilih-pilih orang. Buktinya kita sering melihat dan mendengar di berbagai media, orang ini sakit ini, sakit itu, bahkan ada orang-orang yang di tolak gara-gara tidak sanggup membanyar, yang pada akhirnya berujung pada kematian.
Tentu anda pernah mendengar penyakit Lupus (systemic lupus erythematosus (SLE) ini bukan Lupus novel yang terkenal tahun 80an, didasarkan pada data tahun 2012 di Indonesia terdapat 12.477 penderita lupus (Odopus), menurut Yayasan Lupus Indonesia ini angka belum pasti karena masih banyak di luar sana, dan biasanya penyakit ini menyerang perempuan.
Banyak diantara kita yang tidak mengetahui penyakit ini, bahwa lupus adalah penyakit autoimun menahun, didalam tubuh kita ada antibodi yang seharusnya melawan penyakit yang menyerang tubuh, justru sebaliknya menyerang sel sendiri, (jeruk makan jeruk).
Gejala-gejala umum odapus kerap mengalami sakit pada sendi atau tulang, demam berkepanjangan, ruam pada kulit, gangguan ginjal, dan anemia. Gejala khusus timbulnya bercak merah pada wajah pada wajah berbentuk seperti kupu-kupu (butterfly rash). Lupus sering kali sulit untuk di ketahui karena mirip dengan penyakit lain (mimikri), bahkan ada ungkapan bahwa lupus ini penyakit seribu wajah.
Pengelompokan penyakit lupus terbagi menjadi 4 kelompok:
Early detection gejala dini lupus, dengan hasil laboratorium negatif.
Mild lupus gejala dini lupus dengan hasil laboratorium positif
Severe lupus adanya organ tubuh spesifik yang sudah terinfeksi.
Life threatening lupus, organ tubuh sudah menjadi sakit( terjejas) dan diagnosa yg berdiri sendiri.
Pengobatan penyakit lupus ini disesuaikan dengan tipe dan berat ringannya lupus, jika ada gejala-gejala yang mencurigakan datanglah ke dokter spesialis penyakit dalam, hematologi, rheumatology, ginjal hipertensi, dan alergi imunologi. Dan yang terpenting juga bagi orang yang berada di sekitar penderita untuk memberikan dukungan psikososial dan edukasi yang bersifat positif dan berpikir realistis. Di sadur dari harian kompas.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s