Tentang perangkat Mobile

Kalau berbicara tentang perangkat yang satu ini, sepertinya tidak ada orang yang dapat menyangkal bahwa perangkat tersebut sudah menjadi kebutuhan, yang artinya tanpa perangkat tersebut seseorang, seperti makan sayur tanpa garam. Bahkan sebagian orang meletakkan perangkat tersebut selalu dalam jangkaun tangannya. Luuuaaaaaaaaaaaaaaaar biasa, perangkat ini, ditambah lagi teknologinya selalu berkembang, sehingga dalam hitungan hari muncul produk-produk baru dengan segala kelebihan, dan kemudahan dalam pengoperasiannya.
Pengguna ponsel di Indonesia 231 jt menurut situs resmi Kemenkominfo, kalau penduduk Indonesia 250 jt, berarti yang ngak pake ponsel hanya balita dan para manula, dan pada hari-hari mendatang pasti meningkat terus, sejalan dengan kebutuhan akan komunikasi.
Setiap penggunaan ponsel dengan segala mafaat yang didapatkan oleh penggunanya, tetap saja memberikan dampak yang tidak baik, ketika penggunaannya tidak bijak. Menurut penelitian yang dilakukan oleh para peneliti di University of Tokyo, yang mengatakan bahwa berkurangnya waktu beristirahat pada remaja, karena menggunakan ponsel hingga larut malam, yang mengakibatkan gangguan kesehatan mental. Penelitian terhadap 18.00 remaja, tingkat SMP dan SMA, pengguna ponsel terindikasi mengalami gejala kecemasan dan depresi.
Riset Nielsen Media Research tahun 2010, menemukan bahwa 70 % remaja Indonesia usia 15-19 sebagai pemakai ponsel, sementara usia 10-14 tahun meningkat lima kali sejak tahun 2005, dikisaran 35%, dan akan terus meningkat. Dengan kondisi yang demikian itu, ada indikasi remaja di Indonesia akan mengalami penurunan kesehatan akibat dari berkurangnya waktu istirahat.
American Academy of Sleep Medicine, menyarankan remaja sebaiknya tidur minimal selama 9 jam setiap malam, dan jika tidur sebelum jam 22:00 durasi tidur sekitar 8 jam 10 menit, jika di atas tengah malam, itu artinya terjadi penurunan yang sangat tajam. Waktu istirahat sangat berkaitan dengan kesehatan psikis, para remaja yang tidur 5 jam atau kurang setiap m alam, ditemukan hampir 75% kemungkinan akan terserang depresi dan 48% lebih besar melakukan tindakan bunuh diri.
Istirahat yang cukup dapat memulihkan kesegaran tubuh dan pikiran, setelah melakukan beban aktifitas yang membebani otak hingga lelah. Jadi jangan lupa untuk beristirahat. Di sadur dari harian kompas.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s