objeck oriented

PEMODELAN BERORIENTASI OBJEK

Pemodelan sebagai teknik desain

Pemodelan merupakan teknik penyederhaan dari suatau bentuk, atau dengan ungkapan lain, pemodelan yang memiliki kata dasar model merupakan representasi abstrak dari objek, pemodelan dibangun untuk memudahakan pemahaman dalam membangun sebuah system, yang pada akhirnya tercipta system yang baik. Teknik pemodelan objek dapat dilakukan dengan menggunakan tiga macam yaitu:

1. model objek

2. model dinamik

3. model fungsional.

Teknik pemodelan juga memiliki prinsip-prinsip yang harus dipahami sehingga dalam pembangunan system dapat memunuhi kebutuhan dari user. Prinsip-prinsip tersebut:

  1. Pemilihan model-model yang tepat, memberi kemudahan dalam membangun system
  2. Setiap model menggambarkan level ketepatan yang berbeda-beda.
  3. Model-model yang tepat, adalah model yang terhubung dengan kenyataan.
  4. Untuk model yang kompleks pendekatannya juga harus banyak dan bersifat independen

Inti dari pemodelan adalah abstraksi, dengan tujuan memberikan batasan, menangkap hal-hal yang paling krusial dan menghilangkan hal-hal yang tidak penting. Hal yang diperlukan yaitu:

  1. Melakukan testing terhadapa entitas, sebelum dibangun.
  2. Terjadi komunikasi dengan customer.
  3. Dilakukan visualisasi.

Untuk memudahkan dalam pemodelan system berorientasi objek dibutuhkan bahasa yang memiliki spesifikasi standar yang mampu mendokumentasikan, menspesifikasikan dan membangun system perangkat lunak, digunakanlah Unified Modeling Language (UML). UML merupakan metodologi yang dimanfaatkan dalam pengembangan system yang berbasis .

Di dalam UML terdapat banyak sekali diagram ( 10 diagram) yang digunakan dalam membangun system yang berorientasi objek, diantaranya:

  1. Use Case Diagram untuk memodelkan proses bisnis.
  2. Conceptual Diagram untuk memodelkan konsep-konsep yang ada di dalam aplikasi.
  3. Sequence Diagram untuk memodelkan pengiriman pesan (message) antar objects.
  4. Collaboration Diagram untuk memodelkan interaksi antar objects.
  5. State Diagram untuk memodelkan perilaku objects di dalam sistem.
  6. Activity Diagram untuk memodelkan perilaku Use Cases dan objects di dalam system.
  7. Class Diagram untuk memodelkan struktur kelas.
  8. Object Diagram untuk memodelkan struktur object.
  9. Component Diagram untuk memodelkan komponen object.
  10. Deployment Diagram untuk memodelkan distribusi aplikasi.

Ini hanya gambaran yg tidak lengkap tentang Pemodelan Berorientasi Objek, jadi para mahasiswa harus menambahkan dari berbagai sumberl.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s