Kejahatan Dunia Maya

Internet sudah menjadi standar manusia yang hidup di abad modern ini, hidup tanpa internet seseorang merasa belum lengkap, karena internet memudahkan orang untuk melakukan berbagai hal, bahkan perangkat tersebut harus selalu berada dalam jangkauan. Hampir di semua sector memanfaatkan teknologi informasi, karena memberikan kemudahan dalam pelayanan. Contohnya internet banking, metode ini memberikan kemudahan dalam bertransaksi di manapun, kapanpun sehingga tidak perlu repot lagi mengantri. Namun diantara kemudahan itu, ternyata mempermudah juga aksi kejahatan.

Kemanan menjadi hal yang sangat penting, karena ketika seseorang merasa tidak aman maka akan timbul keresahan, ketakukan, merasa terancam dsb. Akan lebih mudah menangani ancaman yang bersifat fisik, karena kita bisa melapor ke pihak yang berwajib, tetapi kalau kejahatan yang dilakukan di dunia maya (bukan luna maya) atau internet membutuhkan orang-orang yang ahli dibidang teknologi informasi. Karena kejahatan di dunia maya atau bahasa kerennya (cyber crime) dilakukan oleh orang yang mengusai bahasa pemrograman dan jaringan computer.

Ancaman itu nyata karena dari dari data tahun 2013 kejahatan lewat dunia maya (cyber crime) khususnya di wilayah Polda Metro Jaya, terjadi 601 yang artinya rata-rata 50 kasus per bulan, tahun 2014 meningkat menjadi 800 kasus yang artinya 70 kasus per bulan. Kejahatan cyber crime dilakukan dengan memanfaatkan malicious software (malware) atau program jahat yang menginfeksi computer untuk melakukan pencurian uang nasabah hingga miliaran rupiah.

Bagaimana cara kerjanya:

  • Phising e-mail : mengirimkan e-mail yang berisi malware ke computer korban, dan mengelabui korban agar membuka file attachment.
  • Menggunakan software bajakan dan ditanami malware.
  • Setelah malware tertanam dan korban bertransaksi internet banking, situlah data-data korban diperoleh sehingga dengan mudah mencuri uang nasabah. Metode ini tidak menjebol system keamanan perbankkan, tetapi mengelabui, mengekploitasi kelemahan atau ketidaktahuan pengguna internet.

Ada tiga pihak yang dirugikan yaitu:

  • Pemilik rekening
  • Pemilik computer dan internet yang bandwidth digunakan pelaku
  • Penambung hasil kejahatan korban pertama, dikelabui dengan pura-pura diajak kerjasama bisnis.
  • Kalau sebelumnya kejahatan ini dilakukan dengan membuat web dengan alamat yang mirip aslinya, kita sudah memanfaatkan social engineering, kemudian mengelabui dengan cara diam-diam meng install spyware atau malware.

Bagaimana cara mengatasinya:

  • Jangan membuka tautan\link yang tidak jelas atau berisi tawaran yang to good to be true.
  • Jangan mengakses situs-situs pornografi, perjudian karena tanpa disadari telah mengunduh malware.
  • Usahan menggunakan software yang bukan bajakan, karena kemungkinan tidak ditanami malware.
  • Lebih berhati-hati, karena banyak hacker lebih mudah mengeksploitasi kelemahan manusia dari pada mengeksploitasi lubang keamanan software.
  • Teknologi informasi terus dan terus berkembang, sehingga interaksi manusia dengan teknologi tidak dapat dipisahkan, dengan demikian kewaspadaan sangat penting karena pasti akan selalu dan selalu terdapat lubang yang bisa dimanfaatkan oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab.

Sumber Koran kompas bulan april 2015.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s