riset

Sepertinya bukan rahasia lagi, bahwa sebagian mahasiswa mengalami kendala ketika membuat tugas akhir, karena kesulitan dalam menentukan topic penelitian, tulisan berikut ini mungkin dapat membantu membuka cara berpikir mahasiswa dalam penyusunan tugas akhir.

1.1. Memulai penyusunan tugas akhir
Hal berikut dapat dilakukan ketika bermaksud membuat tugas akhir, sebagai syarat utama untuk menyelesaikan pendidikan di perguruan tinggi.
a. Tentukan topik yang sesuai dengan bidang studi yang hendak diteliti.
b. Diawali dengan mencari masalah yang ada pada bidang yang akan diteliti
Cara memulai untuk melakukan penelitian:
1. Membaca riset sejenis yang pernah dilakukan oleh orang lain metode ATM (Amati, Tiru dan Modifikasi) perlu dipahami jangan sampai terjadi plagiat (karena hal ini di haramkan), jadi lakukan reset untuk menindaklanjuti dan melengkapi riset yang sudah dilakukan orang lain.
2. Membaca literatur, yang bersesuaian dengan bidang ilmu yang diteliti
3. Mempelajari persoalan-persoalan yang ada disekeliling kita yang sesuai dengan bidang yang hendak diteliti.
4. Berkonsultasi dengan pakar atau orang yang paham dengan bidang yang hendak diteliti.
c. Menentukan pendekatan terhadapa penelitian, dapat pendekatan kuantitatif, kualitatif atau gabungan dari keduanya.
d. Mencari bahan-bahan/buku-buku yang mendukung penelitian.
e. Mengajukan masalah untuk mendapatkan persetujuan.
f. Langkah berikutnya mengajukan proposal, kalau disetujui maka dilanjukkan dengan melakukan penelitian yang sebenarnya.
1.2 Mengidentifikasi masalah
Merupakan kegiatan yang sangat penting, karena bertujuan untuk mengumpulkan masalah-masalah yang timbul, kemudian memilih mana yang hendak diteliti untuk diselesaikan. Hal yang dapat dilakukan untuk menemukan masalah sbb:

a. Masalah harus mencermikan hubungan antara dua variabel. Kenapa harus dua variabel, karena kalau satu variabel cenderung hanya mendeskripsikan variabel, sementara kalau dua variabel dapat dilakukan pengkajian hubungan dengan asumsi bahwa terdapat hubungan antar variabel yang diteliti.
Contohnya: Variabel bandwith dan kecepatan akses internet.
1. Ada hubungan antara variabel bandwith dengan variabel kecepatan akses internet.
2. Variabel bandwith berpengaruh terhadap variabel kecepatan akses internet.

b. Masalah harus dirumuskan secara spesifik dan tidak bermakna ganda.
Harus spesifik dan jelas, bertujuan agar tidak menimbulkan interpretasi/multitafsir, dengan demikian reset yang menggunakan metode kuantitatif ada kata teknis seperti “hubungan”, “pengaruh”, “membandingkan perbedaan/kesamaan”, “memprediksi”,” dan “tinjauan”
Contoh:
1. Apakah ada hubungan antara RAM computer dengan kecepatan proses CPU?
2. Apakah jumlah sim card mempengaruhi pembelian smartphone?
3. Apakah ada perbedaan antara penjualan smartphone dengan tablet?
4. Apakah laba dapat diprediksi dari penjualan?

c. Dan yang harus diketahui bahwa masalah tersebut harus dapat di uji secara empiris, yaitu pengumpulan data yang dijadikan bahan untuk menjawab masalah tersebut.
Maksudnya apakah data yang diperoleh tersebut dapat membuktikan bahwa masalah yang sedang dikaji dapat dijawab oleh data yang diperoleh, karena setiap masalah membutuhkan jawaban, dengan kata lain jawaban diperoleh setelah mengumpulkan data dari lapangan.

d. Hendaknya masalah tidak mempresentasikan moral dan etika.
Karena moral dan etika sulit di ukur dibandingkan dengan kenerja.
Contoh:
1. Haruskah semua mahasiswa tidak menyontek dalam ujian?
2. Haruskan semua mahasiswa rajin dalam belajar?
Akan lebih tepat kalau:
1. Hubungan antara kesiapan ujian dengan nilai yang diperoleh.
2. Pengaruh tingkat kerajinan mahasiswa terhadap kecepatan kelulusan

e. Bentuk kalimat-kalimat pertanyaan menjadi rumusan dari setiap masalah yang ada.
Untuk memudahkan dalam penentuan masalah sehingga masalah tersebut layak di teliti maka dapat dilakukan dengan proses penyempitan masalah atau penyaringan masalah dari masalah yang bersifat umum menjadi khusus atau spesifik.

1.3 Pertanyaan untuk membantu menemukan masalah riset
a. Apakah kita benar-benar memahami bidang yang hendak diteliti? Jika yam aka
b. Apakah saya benar-benar memahi teori-teori yang mendukung riset tersebut, sehingga riset tersebut dilandasi oleh teori yang tepat?
c. Apa saja pertanyaan-pertanyaan yang muncul dalam kajian yang dilakukan?
d. Jika pertanyaan-pertanyaan sudah diperoleh, maka akan di dapat bagian mana saja yang butuh di eksplorasi lebih lanjut?
e. Apakah riset yang dilakukan itu dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang persoalan yang di kaji?
f. Apakah riset tersebut sudah dilakukan oleh banyak orang atau tidak, jika sudah sebaiknya ganti topic?
g. Kemudian apakah riset yang dilakukan itu sudah kedaluwarsa atau masih hangat?
h. Dari sisi biaya gimana?
i. Pertanyaan terakhir apakah kontribusi dari riset yang dilakukan?

Selamat berjuang
Sumber: buku metode riset skripsi pendekatan kuantitatif
Pengarang: Jonathan Sarwono
Penerbit : Elex komputindo

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s